Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Mesin Waktu - Sejarah Desa Hinoki di Chiayi

07/03/2026 Mesin Waktu
Desa Hinoki atau Hinoki Village di Chiayi (foto: Kawasan Hutan Rekreasi Alishan)
Desa Hinoki atau Hinoki Village di Chiayi (foto: Kawasan Hutan Rekreasi Alishan)

Desa Hinoki atau Hinoki Village, yang terletak di Kota Chiayi, Taiwan, bukan sekadar kawasan wisata dengan bangunan kayu bergaya Jepang. Tempat ini adalah saksi hidup dari perjalanan sejarah panjang Taiwan, khususnya pada masa kolonial Jepang dan perkembangan industri kehutanan yang membentuk identitas Chiayi hingga hari ini.

Sejarah Hinoki Village bermula pada awal abad ke-20, ketika Taiwan berada di bawah pemerintahan Jepang, tepatnya antara tahun 1895 hingga 1945. Pada masa itu, Jepang melihat Taiwan sebagai wilayah strategis yang kaya akan sumber daya alam, terutama hutan pegunungan di wilayah tengah dan selatan. Salah satu jenis kayu yang paling berharga adalah hinoki, atau cemara Taiwan, yang terkenal karena kekuatan, aroma khas, dan ketahanannya terhadap serangga serta kelembapan.

Chiayi menjadi pusat penting dalam industri kehutanan karena lokasinya yang strategis di kaki Pegunungan Alishan. Untuk mendukung eksploitasi dan pengelolaan kayu hinoki, pemerintah kolonial Jepang membangun infrastruktur besar-besaran, termasuk jalur Alishan Forest Railway, yang digunakan untuk mengangkut kayu dari pegunungan menuju dataran rendah.

Di sinilah Hinoki Village mengambil peran penting. Kawasan ini awalnya dibangun sebagai perumahan resmi bagi pegawai kehutanan Jepang, terutama staf Alishan Forestry Bureau. Rumah-rumah kayu yang didirikan mengikuti arsitektur tradisional Jepang pada tahun 1914, dengan struktur kayu hinoki, atap genteng, pintu geser, dan tata ruang sederhana namun fungsional. Lingkungan tempat tinggal ini dirancang agar para pegawai dapat hidup dekat dengan tempat kerja, sekaligus mencerminkan gaya hidup dan budaya Jepang di tanah jajahan.

Pada masa kejayaannya, kawasan ini dipenuhi kehidupan. Para pejabat kehutanan dan keluarga mereka menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan yang tertata rapi, dikelilingi aroma kayu hinoki yang khas. Desa ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol kekuasaan administratif Jepang dan modernisasi sistem kehutanan di Taiwan.
Namun, setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II pada tahun 1945 dan Taiwan diserahkan kepada Republik Tiongkok, fungsi Hinoki Village perlahan berubah. Banyak pegawai Jepang kembali ke negaranya, dan rumah-rumah kayu tersebut dialihfungsikan atau dibiarkan kosong. Seiring berjalannya waktu, kawasan ini mengalami penurunan kondisi. Beberapa bangunan rusak, tidak terawat, dan nyaris terlupakan oleh masyarakat.

Memasuki akhir abad ke-20, kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah mulai tumbuh. Pemerintah daerah Chiayi dan berbagai pemerhati budaya menyadari bahwa Hinoki Village merupakan salah satu kompleks bangunan kayu bergaya Jepang terbesar dan terlengkap yang masih tersisa di Taiwan. Kawasan ini bukan hanya bernilai arsitektural, tetapi juga memiliki makna historis yang kuat terkait identitas Chiayi sebagai kota kehutanan.

Badan Kehutanan dan Konservasi Alam Cabang Chiayi, melaksanakan Proyek Desa Hinoki yang termasuk dalam "Proyek Revitalisasi Ekonomi melalui Perluasan Pembangunan Publik". Setelah mendapat persetujuan dari Yuan Eksekutif pada 26 Februari 2009, proyek restorasi dimulai. Pembangunan memakan waktu empat tahun, hingga tahun 2013. Bersamaan dengan Proyek Pembaruan Kota Chiayi, Dewan Pertanian (COA) mulai mempromosikan pelestarian aset bersejarah kehutanan yang berharga, membangun landmark baru di Chiayi.

Bangunan-bangunan tua diperbaiki dengan mempertahankan material dan desain aslinya sebanyak mungkin. Kayu hinoki yang rusak diganti dengan teknik tradisional, dan tata ruang kawasan dipulihkan agar mendekati kondisi aslinya pada masa kolonial Jepang.

Upacara penandatanganan "Pengalihan Pengelolaan Desa Hinoki Kota Chiayi" telah selesai pada tanggal 28 September 2013. Konsesi Desa Hinoki diberikan kepada organisasi swasta, "Hinoki Village Co., Ltd.", dan kontrak tersebut menetapkan bahwa 60% dari desa tersebut harus digunakan untuk bisnis utama, yaitu untuk pameran budaya kehutanan dan pemasaran produk khas lokal, dan sisanya dapat digunakan untuk bisnis afiliasi seperti katering, yang tidak boleh melebihi 40%. beroperasi sejak Januari 2014.

Hasil dari upaya pelestarian ini adalah Hinoki Village dengan sebuah kawasan budaya dan wisata yang menggabungkan sejarah, arsitektur, dan ekonomi kreatif. Rumah-rumah bekas pegawai kehutanan kini berfungsi sebagai museum kecil, toko kerajinan, galeri seni, kedai teh, dan ruang pamer budaya. Pengunjung dapat berjalan di antara bangunan kayu, mencium aroma hinoki, dan merasakan suasana Jepang tempo dulu tanpa harus meninggalkan Taiwan.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Hinoki Village juga menjadi contoh bagaimana situs bersejarah dapat dihidupkan kembali tanpa kehilangan makna aslinya.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解