Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Revolusi Piring Makan: Pedoman Diet AS Rombak Total, Daging Merah dan Mentega Kembali ke Meja Makan

23/03/2026 Perspektif
Revolusi Piring Makan: Pedoman Diet AS Rombak Total, Daging Merah dan Mentega Kembali ke Meja Makan
Revolusi Piring Makan: Pedoman Diet AS Rombak Total, Daging Merah dan Mentega Kembali ke Meja Makan

Sebuah perombakan dramatis dalam dunia gizi telah terjadi seiring dengan dirilisnya Pedoman Diet Amerika Serikat (DGA) versi terbaru untuk periode 2025-2030. Membatalkan saran yang telah berlaku selama puluhan tahun, pedoman baru ini secara mengejutkan kembali merangkul makanan yang sebelumnya dianggap tabu, seperti daging merah, mentega, dan produk susu berlemak utuh (full cream).

Langkah ini menandai pergeseran fundamental dalam kebijakan kesehatan AS, dengan seruan inti Makan Makanan Asli (Eat Real Food) sebagai landasan utamanya, sebuah gerakan untuk menjauh dari makanan olahan yang dinilai sebagai akar dari krisis penyakit kronis di negara tersebut.

Perubahan paling signifikan dalam pedoman baru ini adalah penekanannya yang kuat untuk menghindari makanan ultra-proses, seperti keripik, permen, dan makanan instan. Selain itu, untuk pertama kalinya, ditetapkan batas tegas untuk gula tambahan, yakni tidak lebih dari 10 gram per jam makan, dan secara eksplisit mengimbau masyarakat untuk menghindari semua jenis gula tambahan, termasuk pemanis buatan.

Lebih jauh lagi, pedoman ini mengeluarkan peringatan keras bagi remaja untuk tidak mengonsumsi minuman berenergi karena kandungan gulanya yang sangat tinggi, sebuah langkah yang belum pernah ada sebelumnya.

Di sisi lain, pedoman ini secara radikal mengubah pandangan terhadap protein dan lemak. Jika sebelumnya protein hanya dianggap sebagai pelengkap, kini DGA baru menyarankan untuk memprioritaskan asupan protein setiap kali makan, dengan daging merah secara eksplisit dimasukkan sebagai salah satu sumber yang direkomendasikan tanpa batasan khusus. Konsep susu rendah lemak pun ditinggalkan, digantikan oleh rekomendasi susu full cream sebagai sumber nutrisi yang kaya.

Bahkan mentega dan lemak sapi, yang lama dihindari, kini dianggap sebagai pilihan lemak yang layak di samping minyak zaitun, meskipun asupan lemak jenuh tetap disarankan di bawah 10% dari total kalori harian.

Latar belakang perombakan total ini adalah pengakuan dari otoritas kesehatan AS bahwa kebijakan masa lalu yang mendorong konsumsi makanan olahan berkualitas rendah telah gagal dan menjadi penyebab utama melonjaknya pengeluaran medis untuk penyakit kronis. Sebagai negara dengan pengaruh global, perubahan kebijakan di AS ini diprediksi akan memberikan dampak berantai pada industri makanan dan pedoman gizi di seluruh dunia, termasuk Taiwan.

Pergeseran paradigma ini memaksa banyak negara untuk meninjau kembali panduan diet mereka dan mempertimbangkan kembali definisi makanan sehat untuk masyarakat modern.

 

Menyusul Tren Global, Taiwan Rancang Ulang Panduan Gizi, Prioritaskan Pola Makan Nabati

Seiring dengan pergeseran besar dalam pedoman diet di Amerika Serikat, Taiwan tidak tinggal diam dan turut memperbarui Buku Panduan Pedoman Diet Harian versinya sendiri. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) telah mengajukan draf pembaruan yang saat ini sedang dalam tahap pengumpulan masukan publik.

Meskipun sama-sama menekankan pentingnya konsumsi makanan dalam bentuk asli dan pembatasan gula, panduan baru Taiwan mengambil arah yang berbeda dengan secara tegas mempromosikan pola makan berbasis tanaman (plant-based diet) sebagai fondasi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

Draf baru ini merupakan ekspansi besar dari versi sebelumnya yang terbit pada tahun 2018. Jika edisi lama hanya terdiri dari 26 halaman, versi baru membengkak menjadi 109 halaman, memberikan panduan yang jauh lebih rinci dan komprehensif.

Panduan ini tidak hanya menjelaskan kebutuhan kalori berdasarkan usia dan tingkat aktivitas, tetapi juga menyajikan karakteristik berbagai jenis makanan, alternatif penggantinya, hingga foto nyata takaran porsi untuk memudahkan masyarakat dalam menerapkannya.

Langkah ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk memberikan edukasi gizi yang lebih praktis dan mudah diakses oleh publik.

Salah satu perbedaan mendasar antara panduan Taiwan dan AS terletak pada prioritas asupan protein. Sementara DGA baru AS menempatkan semua sumber protein pada pijakan yang setara, panduan Taiwan secara konsisten memprioritaskan sumber nabati. Urutan yang disarankan adalah kacang-kacangan, diikuti oleh ikan, telur, dan baru kemudian daging.

Untuk asupan lemak, Taiwan juga menyarankan penggantian daging berlemak tinggi dengan kacang-kacangan dan biji-bijian, sebuah pendekatan yang kontras dengan penerimaan kembali mentega dan lemak hewani dalam pedoman AS.

Saat ini, draf panduan diet baru Taiwan masih dalam proses pengumpulan masukan dari berbagai kalangan hingga akhir Maret, sebelum akhirnya diumumkan secara resmi.

Perbedaan pendekatan antara Taiwan yang berfokus pada pola makan nabati dan AS yang lebih liberal terhadap lemak hewani dan daging merah menunjukkan bahwa meskipun tren global menuju makanan asli semakin kuat, interpretasi dan implementasinya di tingkat nasional dapat sangat bervariasi. Hal ini mencerminkan adaptasi kebijakan gizi terhadap konteks budaya, ketersediaan pangan, dan prioritas kesehatan masing-masing negara.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解