Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jalan-jalan - Acara Unik di Taipei 101 dan Suasana Kyoto di Yilan

Taipei 101 Young dan Dancewood di Yilan (foto: Taipei101 dan Ditjen Pariwisata)
Taipei 101 Young dan Dancewood di Yilan (foto: Taipei101 dan Ditjen Pariwisata)
Contoh LINE notes pada aplikasi LINE di ponsel (foto: imyphone)
Contoh LINE notes pada aplikasi LINE di ponsel (foto: imyphone)
Dancewood di Yilan menghadirkan taman dengan suasana ala Kyoto, Jepang (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)
Dancewood di Yilan menghadirkan taman dengan suasana ala Kyoto, Jepang (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)
Taipei 101 New Taipei Young 101 (foto: Taipei101mall)
Taipei 101 New Taipei Young 101 (foto: Taipei101mall)
Ilustrasi minimarket (foto: ingimage)
Ilustrasi minimarket (foto: ingimage)

Acara "Jalan-Jalan" kali ini menampilkan 2 berita pilihan dengan judul "LINE Notes tidak akan lagi Mendukung Unggahan Video mulai 27 April Mendatang" dan "Harga Barang tidak Tercantum? Ternyata Bisa Diingatkan", dengan topik utama acara unik di Taipei 101 dan suasana Kyoto di Yilan.

LINE Notes tidak akan lagi Mendukung Unggahan Video mulai 27 April Mendatang

LINE “Notes” yang ada pada ruang obrolan di LINE, dapat menyimpan pesan teks dan video, menjadi salah satu opsi penyimpanan cloud gratis yang cukup bermanfaat bagi penggunanya. Namun, baru-baru ini LINE mengumumkan, bahwa pihaknya akan menghentikan dukungan unggahan video di Notes.

LINE menyatakan, bahwa perubahan ini telah diimplementasikan di Jepang dan Tailan, dan mulai 27 April tahun ini, Taiwan juga akan akan menghentikan dukungan unggahan video di Notes.

Perlu dicatat, bahwa video dari LINE Group tidak akan terpengaruh dengan perubahan ini dan masih dapat diunggah di kemudian hari.

Karena file video jauh lebih besar daripada teks dan foto, akumulasi file video dari waktu ke waktu dapat membebani server secara signifikan. Perubahan yang dilakukan LINE ini membantu memastikan stabilitas layanan dan mengoptimalkan kinerja aplikasi, serta dipandang sebagai cara halus untuk mendorong pengguna beralih ke layanan berbayar LINE Premium.

Program keanggotaan LINE Premium diharapkan diluncurkan di pasar Taiwan pada paruh pertama tahun ini, dengan biaya berlangganan bulanan sebesar NT$165. Program ini menawarkan fitur pencadangan canggih, secara otomatis mencadangkan semua konten yang dikirim di ruang obrolan, seperti teks, foto, video, pesan suara, dan dokumen ke cloud LINE, memastikan akses tersimpan tanpa masa berlaku, dengan kapasitas penyimpanan maksimum 100 GB.

 

Contoh LINE notes pada aplikasi LINE di ponsel (foto: imyphone)

Harga Barang tidak Tercantum? Ternyata Bisa Diingatkan

Saat berbelanja, ketiadaan label harga dapat dengan mudah membingungkan konsumen. Seorang warganet baru-baru ini memposting foto lemari pendingin sebuah minimarket di media sosial, menunjukkan bahwa semakin banyak barang di toko yang tidak diberi harga, bahkan tas belanja pun tidak memiliki label harga. Mereka menyesalkan bahwa dengan harga yang sudah naik secara signifikan, ketiadaan label harga ini hanya akan memperburuk kondisi kehidupan kaum muda. Sebagai tanggapan, seorang mantan pegawai pun memberikan penjelasan.

Seorang warganet memposting di grup media sosial Taiwan, Dcard, menunjukkan foto-foto makanan beku di minimarket, mengatakan bahwa semakin banyak barang di minimarket yang tidak diberi harga sama sekali, dan sulit untuk menemukannya bahkan di kemasannya, bertanya, "Mengapa nama-nama produk yang ada tidak mencantumkan harga?"

Pengunggah asli kemudian mengeluhkan kenaikan harga, dengan kotak bento paha ayam naik dari NT$70 di sekolah menengah menjadi NT$130, dan lauk pauk menjadi lebih murah. Cokelat Meiji juga naik dari NT$41 menjadi NT$59, membuat kondisi hidup kaum muda sangat buruk.

Unggahan ini menuai berbagai komentar bernada kritik dari banyak netizen karena kurangnya label harga di minimarket tersebut. Komentar-komentar yang muncul antara lain: "sangat berantakan. Beberapa barang ada harganya, tetapi yang lain tidak. Saya benar-benar ingin menelepon dan mengeluh," "Kecuali terlihat enak dan saya tertarik, saya tidak akan menyentuh apa pun tanpa label harga," "Beberapa minuman teh susu juga tidak ada harganya, sangat menjengkelkan," "Sangat menjengkelkan, banyak barang yang tidak ada harganya. Saya tidak akan membeli apa pun seperti ini," dan "Saya tidak akan membeli apa pun tanpa label harga."

Beberapa warganet menyarankan untuk bertanya kepada petugas toko dalam situasi seperti itu. "Saya akan membawanya ke kasir untuk bertanya; jika terlalu mahal, saya tidak akan membelinya. Jika Anda tidak memberi label dengan jelas, bersiaplah untuk ditanya harganya." Yang lain menyampaikan, "Tanyakan sebelum membayar; saya selalu bertanya berapa harganya." Yang lain lagi menyarankan, "Katakan saja kepada kasir bahwa tidak ada label harga dan minta mereka untuk memindainya. Jika lebih mahal dari yang diharapkan, ucapkan terima kasih dan kembalikan ke rak."

Seorang warganet wanita yang pernah bekerja di minimarket menanggapi bahwa kurangnya label harga mungkin disebabkan oleh karyawan atau manajer yang terlalu sibuk untuk "lupa mencetak kartu harga," atau bahwa mereka awalnya memilikinya tetapi hilang selama perubahan inventaris. Dia menunjukkan bahwa petugas minimarket harus membersihkan, mengambil foto, menghitung barang, mengisi kembali stok, dan mempromosikan produk, sehingga mudah bagi mereka untuk lupa. Dia menyarankan untuk mengingatkan petugas untuk mencetak label harga ketika menghadapi situasi seperti itu.

Pedagang yang gagal memberi label harga dengan jelas akan didenda. Baru-baru ini, ditemukan kasus di pasar Tahun Baru Imlek Taipei di mana "Strawberry Daifuku" tidak memiliki label harga individual dan beberapa rasa serta item "gula-gula buah tanghulu" tidak tercantum dalam daftar harga. Petugas Perlindungan Konsumen Lin Chuan-chien menjelaskan bahwa Undang-Undang Perlindungan Konsumen Taipei menetapkan bahwa pemilik usaha harus memberikan informasi yang cukup dan akurat kepada konsumen dan tidak boleh terlibat dalam praktik yang menyesatkan, menyembunyikan, atau menipu. Jika kekurangan ditemukan lagi dalam jangka waktu perbaikan yang ditentukan, kasus tersebut akan dirujuk ke otoritas yang berwenang, Departemen Perdagangan, untuk denda antara NT$20.000 dan NT$100.000.

 

Ilustrasi minimarket (foto: ingimage)

Topik Utama: Acara Eksklusif di Taipei 101 dan Suasana Kyoto di Yilan

Taipei 101 Menyelenggarakan Acara Eksklusif, Menciptakan Suasana Unik

Saat musim semi tiba di bulan Maret, Taipei 101 sangat memahami pergeseran perilaku di kalangan Generasi Z dari "diamati" menjadi "secara aktif mengekspresikan diri," dengan tepat menargetkan psikologi anak muda yang ingin berbagi gaya sehari-hari dan lokasi favorit mereka. Musim semi dan musim panas ini, Taipei 101 mengubah Metropolitan Plaza di lantai 4 menjadi panggung mode yang trendi dengan tema "Estetika Gaya K-pop."

Mulai 26 Februari, dua acara besar akan diluncurkan secara bersamaan: "New Taipei Flower Young101," sebuah pameran seni bunga berskala besar yang dibuat bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei dan CN Flower; dan "Starlight Mirror Studio," sebuah pengalaman fotografi imersif yang diluncurkan dalam kemitraan dengan ELLE dan Dior Beauty, memungkinkan pelanggan untuk mengalami perjalanan lengkap dari apresiasi estetika hingga ekspresi diri dari titik tertinggi kota.

Taipei 101, sebagai landmark internasional yang mewakili Taiwan di dunia, terus memperdalam warisan estetika tempat tersebut. Kali ini, mereka secara khusus mengundang seniman bunga internasional Ling Tsung-Yung untuk menjadi kurator pameran. Pameran akan berlangsung hingga 19 April. Gelombang pertama dipimpin oleh Rhododendron simsii pemenang penghargaan, yang diperkuat secara halus melalui rumah kaca pintar dan narasi spasial dari "Museum Seni Rhododendron Merah Muda". Mulai 23 Maret, hydrangea dan sukulen akan bergiliran mekar. Selain itu, ada toko pop-up untuk petani muda dari Kota New Taipei, yang menampilkan pilihan produk lokal seperti teh Pinglin Baozhong dan pemenang Kompetisi Gin Dunia, membawa nilai-nilai ramah lingkungan dan berkelanjutan dari lahan ke ruang konsumen perkotaan.

Lokasi: Taipei 101 Shopping Mall, Lantai 4, Metropolitan Plaza (Area Pameran Utama)

 

Taipei 101 New Taipei Young 101 (foto: Taipei101mall)

Dancewood Japanese Park Area, Merasakan Suasana Kyoto di Yilan

Terletak di Kota Wujie, Kabupaten Yilan, Dance Wood International Tourist Hotel terkenal dengan lahannya yang luas mencapai 5,7 hektar dan merupakah hotel taman bertema Jepang satu-satunya di Taiwan.

Jika Anda menjadi tamu di tempat tersebut, Anda dapat menginap satu malam di "Kamar Pemandangan Gunung" dan dapat mengenakan yukata klasik atau pakaian Taisho Romantic untuk berjalan-jalan dan berfoto gratis di tengah pemandangan bergaya Kyoto.

Bagaimana jika tidak menginap?

Anda dapat masuk ke tempat ini dengan tiket masuk seharga NT$ 300.

Tempat ini terkenal dengan lanskapnya yang unik dan berbagai hewan menggemaskan, termasuk kapibara, alpaka, rusa sika, meerkat, kelinci, dan landak. Taman bergaya Jepang ini juga menawarkan tiket masuk dan aktivitas gratis untuk pengunjung umum.

Anda juga dapat menikmati wahana zipline (mirip flying fox) "Kabibara Lake Leap," sepanjang 85 meter, dengan nama sesuai dengan bintang hewan populer kapibara. Instruktur profesional akan membantu Anda mengenakan perlengkapan dan menjelaskan tindakan pencegahan keselamatan. Dimulai dari platform setinggi dua lantai, Anda akan meluncur dengan kecepatan tinggi di sepanjang kabel baja melintasi danau yang indah, menikmati pemandangan panorama taman Jepang. Instruktur akan membantu Anda di darat dan membantu Anda melepas perlengkapan di garis finish. Bahkan pemula pun dapat dengan mudah memulainya!

Di taman ini juga terdapat bebek yang menggemaskan! Alpaka dan rusa menghuni bukit-bukit kecil, di mana pengunjung juga dapat membeli jerami untuk memberi makan mereka dan merasakan kegembiraan dikelilingi oleh hewan-hewan kecil. Taman ini juga menampilkan meerkat, domba Valais Blacknose dari Swiss, kucing, kelinci, landak, kura-kura, dan hewan-hewan lain yang berkeliaran di berbagai sudut, menunggu untuk dijelajahi.

Lokakarya DIY menawarkan pilihan tiga aktivitas: wagashi (manisan Jepang), pembuatan matcha, atau berkebun, memastikan perjalanan ini bukan hanya kunjungan singkat tetapi kesempatan untuk menciptakan kenangan abadi.

Selain beragam aktivitas taman, tempat ini juga menggabungkan santapan dengan elemen hewan yang trendi. Tamu dapat berinteraksi dengan domba lucu di Black RuRu Café atau menikmati perasaan terapeutik dikelilingi oleh kucing-kucing menggemaskan di Rulala Sweets. Paket teh sore untuk dua orang yang termasuk dalam harga memberikan tempat bersantai bagi para pelancong setelah menikmati pengalaman budaya Jepang.

Dancewood di Yilan menghadirkan taman dengan suasana ala Kyoto, Jepang (foto: Ditjen Pariwisata Taiwan)

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解